| dc.description.abstract |
Intensitas penggunaan media sosial pada remaja semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memengaruhi cara remaja menilai, memahami, dan mengevaluasi dirinya sehingga berpotensi memengaruhi pembentukan persepsi diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan persepsi diri pada siswa SMA Negeri 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 852 siswa kelas X dan XI dengan sampel sebanyak 143 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) dan Self-Perception Scale–Indonesia (SPS-I). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori sedang sebanyak (75,5%) dan persepsi diri kategori sedang sebanyak (69,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) = -0,350. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan yang lemah dan negatif antara intensitas penggunaan media sosial dengan persepsi diri pada siswa. Penelitian ini mengindikasikan bahwa paparan media sosial yang berlebihan dapat memengaruhi cara siswa memahami, menilai, dan mengevaluasi dirinya, sehingga diperlukan penggunaan media sosial yang lebih bijaksana untuk mendukung terbentuknya persepsi diri yang positif. |
en_US |