| dc.description.abstract |
Kemampuan siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kejadian syncope masih tergolong rendah, sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama kejadian syncope terhadap kemampuan siswa dalam menangani korban syncope di SMA Islam Simongagrok Mojokerto. Desain yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian siswa kelas XII yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi checklist berjumlah 11 tindakan pertolongan pertama syncope yang telah dinyatakan valid (r hitung 0,485–0,814 > r tabel 0,361) dan reliabel (Cronbach Alpha = 0,921 > 0,60). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi dan demonstrasi, sebagian besar responden memiliki kemampuan kategori tidak mampu sebanyak 95,0% siswa, dan kategori mampu sebanyak 5,0% siswa. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi terjadi peningkatan kemampuan, yaitu kategori mampu sebanyak 80,0% siswa, dan kategori tidak mampu sebanyak 20,0% siswa. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p < 0,00 yang hal ini lebih kecil dari nilai α < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan edukasi pertolongan pertama kejadian syncope terhadap kemampuan siswa dalam menangani korban syncope. Edukasi melalui metode ceramah dan demonstrasi terbukti mampu meningkatkan pemahaman serta kemampuan siswa sehingga dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. |
en_US |