| dc.description.abstract |
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya dipengaruhi oleh stres psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres psikososial dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ngoro Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres psikososial diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres berat sebanyak 15 responden (50,0%) dan memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil uji Spearman Rho diperoleh nilai p=0,000 (<0,05), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara stres psikososial dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ngoro Mojokerto. danya hubungan antara stres psikososial dengan tekanan darah menunjukkan bahwa stres psikososial berperan dalam peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kondisi ini terjadi karena saat seseorang mengalami stres psikososial, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatis dan meningkatkan pelepasan hormon adrenalin, noradrenalin, serta kortisol. Kondisi tersebut menyebabkan denyut jantung meningkat, pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi), sehingga tekanan darah meningkat. Apabila stres berlangsung secara terus-menerus, tekanan darah menjadi lebih sulit terkontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara stres psikososial dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ngoro Mojokerto. |
en_US |