| dc.description.abstract |
Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak sehingga dapat menimbulkan kerusakan jaringan otak. Tekanan darah merupakan salah satu faktor yang berperan penting terhadap terjadinya stroke hemoragik maupun stroke iskemik, sehingga pemeriksaan tekanan darah saat pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat menjadi bagian penting dalam pengkajian awal pasien. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tekanan darah dengan jenis stroke pada pasien stroke. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional melibatkan 100 responden dari rekam medis dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui lembar pengumpulan data dari rekam medis pasien, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Cramer’s V dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami hipertensi (76,0%), dan jenis stroke terbanyak adalah stroke hemoragik (52,0%). Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,012, artinya nilai tersebut lebih kecil dari nilai α = 0,05 (0,012 < 0,05) yang menunjukkan ada hubungan signifikan antara tekanan darah dengan jenis stroke. Semakin tinggi kategori tekanan darah, proporsi stroke hemoragik cenderung meningkat, sedangkan stroke iskemik ditemukan pada berbagai kategori tekanan darah. Nilai Cramer’s V = 0,330 menunjukkan keeratan hubungan kategori sedang. Tekanan darah merupakan indikator penting dalam pengkajian awal pasien stroke. Pemeriksaan tekanan darah secara cepat dan tepat membantu perawat dalam menentukan penatalaksanaan awal sesuai kondisi klinis. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan penatalaksanaan pasien stroke di IGD. |
en_US |