| dc.description.abstract |
Anemia pada masa kehamilan merupakan masalah kesehatan yang berdampak serius terhadap ibu dan janin, karena berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian perinatal dan neonatal. Secara global, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 75% kasus anemia disebabkan oleh defisiensi zat besi, sementara prevalensi di kawasan Asia Tenggara tergolong sangat tinggi, yaitu mencapai 97,8%. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan angka prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 27,7%, sedangkan di Provinsi Maluku Utara tercatat sebesar 18,2%. Penelitian deskriptif ini bertujuan menggambarkan hasil deteksi dini anemia pada ibu hamil trimester I dan III di wilayah kerja Puskesmas Kukupang, Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian dilakukan dengan teknik total sampling terhadap 65 ibu hamil pada periode November–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24,6% responden mengalami anemia, yang terdiri atas anemia ringan sebesar 13,8%, anemia sedang 7,6%, dan anemia berat 3,1%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa anemia masih ditemukan baik pada awal maupun akhir kehamilan, sehingga diperlukan pemantauan kadar hemoglobin secara rutin sebagai upaya pencegahan komplikasi. |
en_US |