| dc.description.abstract |
Kesehatan ibu dan bayi merupakan komponen penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya pemerintah dalam menurunkan AKI dan AKB yaitu dengan asuhan berkesinambungan (Continuity of Care) dan komprehensif dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berencana. Asuhan yang diberikan pada Ny. M di RS Wates Husada Gresik sebanyak 10x kunjungan mulai dari 4 November 2025 hingga 27 Desember 2025, yakni 1x kunjungan kehamilan, 1x kunjungan persalinan, 4x kunjungan nifas, 3x kunjungan neonatus, 1x kunjungan KB, Pengumpulan data diambil dari wawancara, pemeriksaan, dan buku KIA. Pada kunjungan kehamilan yang pertama ibu mengeluh kenceng-kenceng tidak teratur, kondisi ini merupakan keadaan normal terjadi pada ibu hamil pada trimester III yaitu braxton hiks, cara mengatasinya yaitu ibu bisa beristirahat, dan melakukan teknik nafas yang baik. Pada saat persalinan ibu tidak ada penyulit / komplikasi, ibu bersalin secara pervaginam. Pada KF 1 ibu mengeluh nyeri luka jahitan. KF 2 ibu mengeluh bengkak fisiologis pada kedua kaki. Hasil KF 3 ibu mengeluh sering terbangun di malam hari untuk menyusui bayinya dan hasil KF 4 sudah tidak ada keluhan, kondisi tersebut dalam batas normal, proses involusi uterus berjalan fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi. Pada kunjungan neonatus tidak ada keluhan dan keadaan bayi dalam keadaan sehat, reflek neonatal normal, serta perawatan tali pusat yang berjalan tanpa masalah. Pada kunjungan KB ibu sepakat menggunakan KB suntik 3 bulan dan tidak ditemukan masalah. Secara keseluruhan penerapan CoC memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapan ibu menghadapi setiap tahap reproduksi, memastikan pelayanan sesuai standar, serta memperkuat kualitas pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Temuan ini menegaskan bahwa asuhan kebidanan berkelanjutan perlu terus diperkuat sebagai upaya strategis dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. |
en_US |