| dc.description.abstract |
Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan pencarian identitas diri. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memengaruhi perilaku remaja, termasuk perilaku pacaran berisiko. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku pacaran berisiko pada remaja di SMP Negeri 1 Rejoso Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas VIII. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) dan kuesioner perilaku pacaran berisiko. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat penggunaan media sosial yang tinggi (64,2%) serta perilaku pacaran berisiko (54,7%). Analisis menggunakan uji Spearman Rank memperoleh p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga H1 diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin besar kecenderungan remaja meniru perilaku pacaran yang berisiko akibat paparan konten dan interaksi yang tidak tersaring. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan, di mana penggunaan media sosial yang tinggi mengakibatkan peningkatan perilaku pacaran berisiko pada remaja di SMP Negeri 1 Rejoso Kabupaten Pasuruan. Sekolah dan orang tua diharapkan meningkatkan pengawasan, literasi digital, serta edukasi kesehatan reproduksi guna mencegah perilaku berisiko pada remaja. |
en_US |