| dc.description.abstract |
Kejadian tertusuk jarum merupakan salah satu risiko kerja yang masih sering dialami mahasiswa keperawatan selama menjalani praktik klinik. Tingginya aktivitas tindakan invasif selama praktik klinik menyebabkan mahasiswa menjadi kelompok yang rentan mengalami tertusuk jarum. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan insiden tertusuk jarum berdasarkan self-report mahasiswa praktik pemberian obat di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, sampel penelitian berjumlah 51 mahasiswa profesi keperawatan yang dipilih menggunakan teknik purrposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden pernah mengalami NSI. Kejadian paling banyak terjadi saat recapping jarum (39,2%), di bangsal rawat inap (66,7%), dan disebabkan oleh spuit kosong (49,0%). Hampir seluruh responden melaporkan kejadian (76,5%), tidak melakukan pemeriksaan darah setelah pajanan (86,3%), serta hampir seluruhnya belum memperoleh vaksinasi Hepatitis B (86,3%). Rerata skor persepsi SNNIP meliputi persepsi keparahan sebesar 14,46, persepsi manfaat 10,66, dan persepsi hambatan 39,70. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh responden yang diambil pernah mengalami tertusuk jarum, kejadian tersebut ditemukan pada lebih dari sepertiga populasi dengan praktik pelaporan dan tindak lanjut pascapajanan yang masih rendah. Penguatan edukasi keselamatan kerja, kepatuhan terhadap standard precautions, pelaporan insiden, serta vaksinasi Hepatitis B perlu ditingkatkan untuk mendukung keselamatan mahasiswa selama praktik klinik. |
en_US |