| dc.description.abstract |
Warga binaan di lembaga pemasyarakatan berisiko mengalami trauma psikologis akibat kehilangan kebebasan, keterpisahan dari keluarga, stigma sosial, serta perubahan lingkungan yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan warga binaan dalam beradaptasi secara psikologis selama menjalani masa pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman trauma psikologis dan proses adaptasi psikologis warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah 10 warga binaan yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu tiga tema trauma psikologis meliputi kehilangan kebebasan sebagai sumber trauma psikologis, reaksi emosional akibat menjalani masa pidana, dan kesulitan adaptasi pada awal masa penahanan; serta tiga tema adaptasi psikologis meliputi strategi koping dalam menjalani kehidupan di lembaga pemasyarakatan, penerimaan diri dan penyesuaian terhadap kehidupan di lembaga pemasyarakatan, serta harapan dan makna hidup setelah menjalani masa pidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman trauma psikologis dan adaptasi psikologis merupakan proses yang saling berkaitan. Dukungan pembinaan, pendekatan spiritual, serta penguatan psikososial diperlukan untuk membantu warga binaan mengurangi tekanan psikologis, meningkatkan kemampuan adaptasi, dan mempersiapkan reintegrasi ke masyarakat. |
en_US |