| dc.description.abstract |
Diabetes Burnout Syndrome merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional,
dan mental yang dialami pasien akibat tuntutan pengelolaan Diabetes Melitus yang
dilakukan secara terus-menerus sehingga dapat menurunkan motivasi dalam
melakukan perawatan diri. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk
mengatasi kondisi tersebut adalah Peer Group Support melalui dukungan
emosional, informasi, dan motivasi dari sesama penderita Diabetes Melitus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Peer Group Support terhadap
Diabetes Burnout Syndrome pada pasien Diabetes Melitus. Penelitian ini
menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest
Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 25 pasien Diabetes Melitus di Poli
Penyakit Dalam RS Dharma Husada Ngoro Mojokerto. Teknik pengambilan sampel
menggunakan consecutive sampling sehingga diperoleh 20 responden yang
memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Diabetes
Burnout Syndrome. Prosedur penelitian diawali dengan pre-test, dilanjutkan
pemberian intervensi Peer Group Support selama 3 minggu melalui edukasi,
diskusi, dan pendampingan menggunakan grup WhatsApp, kemudian dilakukan
post-test menggunakan kuesioner yang sama. Analisis data menggunakan uji
Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami
distress tinggi sebanyak 16 responden (80,0%) dan distress sedang sebanyak 4
responden (20,0%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami
distress sedang sebanyak 12 responden (60,0%), distress tinggi sebanyak 5
responden (25,0%), dan tidak ada distress sebanyak 3 responden (15,0%). Hasil uji
diperoleh nilai Z = -3,742 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa
Peer Group Support berpengaruh signifikan terhadap penurunan Diabetes Burnout
Syndrome pada pasien Diabetes Melitus. |
en_US |