| dc.description.abstract |
Remaja merupakan kelompok yang rentan memiliki kebiasaan konsumsi gula berlebih yang dapat berkembang menjadi sugar addiction dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes melitus. Pencegahan sejak remaja perlu didukung oleh keyakinan kesehatan dan sikap yang tepat terhadap konsumsi gula. Health Belief Model (HBM) dan sikap dapat menjadi aspek penting dalam membentuk perilaku pencegahan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan HBM dan sikap remaja tentang sugar addiction dengan risiko diabetes melitus pada siswa SMK Idhotun Nasyi’in Sugihwaras Kalitengah Lamongan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 56 siswa menggunakan total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner HBM, kuesioner Knowledge, Attitude, and Practice (KAP), dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang dimodifikasi. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebanyak 55 responden (98,2%) memiliki HBM kategori tinggi dan 56 responden (100%) memiliki sikap negatif. Risiko diabetes melitus terdiri dari 22 responden (39,3%) kategori rendah, 19 (33,9%) sedang, dan 15 (26,8%) tinggi. HBM berhubungan signifikan dengan risiko diabetes melitus (p=0,004; r=-0,382), dengan korelasi lemah dan arah negatif. Sikap juga berhubungan signifikan dengan risiko diabetes melitus (p=0,001; r=-0,443), dengan korelasi sedang dan arah negatif. Semakin baik HBM dan sikap remaja tentang sugar addiction, semakin rendah risiko diabetes melitus. |
en_US |