| dc.description.abstract |
Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita yang diatur oleh hukum agama dan/atau negara untuk membentuk keluarga yang bahagia, abadi dan sejahtera berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tingkat stres pada ibu hamil dapat bervariasi, dengan beberapa studi menunjukkan persentase ibu hamil yang mengalami stres cukup tinggi, misalnya di Indonesia ditemukan bahwa 33,93% ibu hamil trimester III mengalami stres. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional kuantitatif. Jumlah sampel 50 orang diambil dari populasi penelitian yang terdiri dari ibu hamil dalam usia pernikahan yang datang ke UPT BLUD Puskesmas Santong. Variabel Independen untuk Ibu Hamil dalam Usia Pernikahan adalah Variabel Bergantung pada Tingkat Stres. Data diperoleh melalui kuesioner. Setelah data dikumpulkan, uji statistik dilakukan dengan menggunakan program SPSS, dan uji Chi-Square dihasilkan nilai p sebesar 0,019 dengan α = 0,05, sehingga p < α maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian setelah dilakukan penelitian ini menunjukan bahwa hampir setengah dari usia pernikaan dengan tingkat stres ibu hamil yaitu responden rentan terhadap stres (stres sedang) sebanyak 20 orang (20,0%), artinya Di UPT BLUD Puskesmas Santong di Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat, ada korelasi antara usia pernikahan dan tingkat stres ibu hamil. Dukungan keluarga merupakan faktor utama yang akan menyebabkan seseorang memiliki koping stres yang baik. Oleh karena itu petugas kesehatan mampu memfasilitasi pasien yang sedang mengalami stres. |
en_US |