| dc.description.abstract |
Status gizi menjadi salah satu parameter esensial yang harus diperhatikan untuk memantau sejauh ana seorang balita tumbuh dan berkembng. Salah satu factor yang diduga menjadikan hubungan antara cara pemberian makan dengan status gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara cara pemberian makan dengan status gizi pada balita usia 6–23 bulan di Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 73 responden dan didapat sampel sebanyak 57 responden dengan menggunakan non probability sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner cara pemberian makan dan pengukuran status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 responden, sebagian besar memiliki cara pemberian makan baik sebanyak 46 responden (80,7%), sedangkan berdasarkan status gizi sebagian besar balita memiliki status gizi normal sebanyak 45 balita (78,9%). Hasil uji statistik Spearman's rho memperoleh nilai p-value = 0,022 (<0,05), sehingga H₁ diterima. Sebagian besar responden menerapkan cara pemberian makan yang baik, dan sebagian besar balita memiliki status gizi normal. Temuan ini menunjukkan bahwa cara pemberian makan yang baik berkontribusi terhadap status gizi balita yang lebih baik |
en_US |