| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Perilaku kekerasan merupakan respons maladaptif terhadap stresor yang ditandai dengan agresi fisik maupun verbal yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Pada pasien skizofrenia, perilaku kekerasan sering muncul sebagai manifestasi dari gangguan proses pikir, halusinasi, waham, serta ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi dan impuls. Salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk mengatasi perilaku kekerasan adalah penerapan terapi memukul bantal yang bertujuan untuk menyalurkan emosi marah secara fisik dengan cara yang aman dan terkontrol.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu klien dengan diagnosis keperawatan perilaku kekerasan, yaitu Tn. B di Rumah Singgah Al-Hidayah Mojokerto. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi diberikan melalui strategi pelaksanaan (SP) perilaku kekerasan yang dipadukan dengan terapi memukul bantal selama enam kali pertemuan pada tanggal 5 juli – 10 Juli 2026.Hasil: Setelah dilakukan intervensi, klien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali penyebab marah, tanda dan gejala marah, serta perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. Klien mampu mempraktikkan teknik memukul bantal dengan baik dan telah memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian. Klien juga mampu mengontrol marah secara verbal dengan cara bicara yang baik, menggunakan kegiatan spiritual untuk menenangkan hati, serta patuh minum obat. Terjadi penurunan intensitas dan frekuensi perilaku kekerasan pada klien. Klien tampak lebih tenang, mampu mengontrol emosi, dan tidak lagi menunjukkan perilaku agresif selama proses asuhan keperawatan. Pembahasan: Penerapan terapi memukul bantal sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa mampu mendukung pencapaian tujuan keperawatan pada klien dengan perilaku kekerasan. Teknik memukul bantal memberikan efek katarsis emosional yang membantu pasien meredakan agresivitas tanpa melukai diri sendiri maupun orang lain. Terapi memukul bantal dapat dijadikan sebagai intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan jiwa bagi klien dengan masalah perilaku kekerasan. |
en_US |