| dc.description.abstract |
Nyeri pasca-imunisasi merupakan reaksi yang sering dialami oleh baduta usia 2–24 bulan dan dapat menimbulkan ketidak nyamanan pada anak serta kecemasan pada ibu. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah warm compress (kompres hangat). Persepsi ibu terhadap penerapan kompres hangat menjadi hal penting karena dapat memengaruhi penerapan metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi ibu dalam penerapan warm compress untuk mengurangi nyeri pada baduta usia 2–24 bulan pasca-imunisasi di Desa Baron, Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki baduta usia 2–24 bulan pasca-imunisasi di Desa Baron, dengan sampel sebanyak 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur aspek kognitif, afektif, dan konatif, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi baik terhadap penerapan warm compress untuk mengurangi nyeri pasca-imunisasi, yaitu sebanyak 21 responden (61,8%), sedangkan 13 responden (38,2%) memiliki persepsi cukup dan tidak terdapat responden dengan persepsi kurang. Disimpulkan bahwa sebagian besar ibu memiliki persepsi yang baik terhadap penerapan warm compress sebagai metode nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri pasca-imunisasi pada baduta. |
en_US |