DSpace Repository

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA Tn. H DENGAN DIABETES MELLITUS MELALUI PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO

Show simple item record

dc.contributor.advisor
dc.contributor.author Putra Efendie, Ghaly Wahyu
dc.contributor.author Ningsih, Arum Dwi
dc.date.accessioned 2026-08-14T04:28:27Z
dc.date.available 2026-08-14T04:28:27Z
dc.date.issued 2026-08-14
dc.identifier.uri https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4613
dc.description.abstract Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat produksi insulin tidak adekuat. Salah satu terapi non-farmakologis yang terbukti efektif adalah Progressive Muscle Relaxation. Terapi ini bekerja dengan menurunkan aktivitas saraf simpatis dan menekan hormon kortisol, yang mana hormon ini dapat memperberat resistensi insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek Tn. H, laki-laki berusia 61 tahun, dirawat di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo dengan diagnosa medis hiperglikemia. Berdasarkan hasil pengkajian keperawatan, ditemukan hasil kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) 350 mg/dl, poliuria, tangan gemetar, keluhan lemas, mudah lelah, dan pusing. Dari data tersebut, ditegakkan diagnosa utama yaitu Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan hiperglikemia. Intervensi PMR diberikan selama 3 hari dengan durasi 20-25 menit. Hasilnya menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan: hari pertama dari 322 mg/dl menjadi 287 mg/dl, hari kedua dari 269 mg/dl menjadi 247 mg/dl, dan hari ketiga dari 219 mg/dl menjadi 192 mg/dl. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi. PMR berperan dalam mengatur keseimbangan sistem saraf simpatis dan parasimpatis, sehingga menghambat proses glukogenesis dan menurunkan produksi glukosa hati. Teknik ini dilakukan dengan memberikan kontraksi atau ketegangan pada kelompok otot tertentu, kemudian melepasnya secara perlahan untuk mencapai kondisi relaksasi mendalam. Namun, keberhasilan jangka panjang memerlukan keberlanjutan terapi secara mandiri di rumah serta kepatuhan pasien terhadap lima pilar manajemen diabetes, yaitu edukasi, pengaturan diet, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, dan terapi farmakologis, agar tercapai kestabilan kadar glukosa darah yang optimal dan mencegah komplikasi en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Diabetes Melitus en_US
dc.subject Hiperglikemia en_US
dc.subject Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah en_US
dc.subject Relaksasi Otot Progresif en_US
dc.title ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA Tn. H DENGAN DIABETES MELLITUS MELALUI PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account