| dc.description.abstract |
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat produksi insulin tidak adekuat. Salah satu terapi non-farmakologis yang terbukti efektif adalah Progressive Muscle Relaxation. Terapi ini bekerja dengan menurunkan aktivitas saraf simpatis dan menekan hormon kortisol, yang mana hormon ini dapat memperberat resistensi insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek Tn. H, laki-laki berusia 61 tahun, dirawat di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo dengan diagnosa medis hiperglikemia. Berdasarkan hasil pengkajian keperawatan, ditemukan hasil kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) 350 mg/dl, poliuria, tangan gemetar, keluhan lemas, mudah lelah, dan pusing. Dari data tersebut, ditegakkan diagnosa utama yaitu Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan hiperglikemia. Intervensi PMR diberikan selama 3 hari dengan durasi 20-25 menit. Hasilnya menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan: hari pertama dari 322 mg/dl menjadi 287 mg/dl, hari kedua dari 269 mg/dl menjadi 247 mg/dl, dan hari ketiga dari 219 mg/dl menjadi 192 mg/dl. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi. PMR berperan dalam mengatur keseimbangan sistem saraf simpatis dan parasimpatis, sehingga menghambat proses glukogenesis dan menurunkan produksi glukosa hati. Teknik ini dilakukan dengan memberikan kontraksi atau ketegangan pada kelompok otot tertentu, kemudian melepasnya secara perlahan untuk mencapai kondisi relaksasi mendalam. Namun, keberhasilan jangka panjang memerlukan keberlanjutan terapi secara mandiri di rumah serta kepatuhan pasien terhadap lima pilar manajemen diabetes, yaitu edukasi, pengaturan diet, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, dan terapi farmakologis, agar tercapai kestabilan kadar glukosa darah yang optimal dan mencegah komplikasi |
en_US |