| dc.description.abstract |
Pasangan yang akan menikah perlu mempersiapkan diri untuk menjalankan peran sebagai orang tua karena kehadiran anak membawa berbagai tanggung jawab, mulai dari pemberian kasih sayang, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penyuluhan pranikah terhadap kesiapan menjadi orang tua di KUA Bangsal Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain Pretest-Posttest terhadap 32 calon pengantin yang menggunakan teknik total sampling. Instrumen ini menggunakan Data kesiapan menjadi orang tua sebelum penyuluhan setelah diberikan penyuluhan pranikah diberikan post test melalui kegiatan penyuluhan dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden belum siap menjadi orang tua sebelum penyuluhan. Setelah penyuluhan, sebanyak 68,8% responden dinyatakan siap, sedangkan 31,2% masih belum siap. Hasil uji statistik memperoleh nilai p=0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Temuan ini menegaskan pentingnya bimbingan pranikah sebagai upaya meningkatkan kesiapan calon pasangan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas serta mendukung pengembangan program bimbingan pranikah. |
en_US |