| dc.description.abstract |
Intoksikasi makanan merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan pertama secara cepat dan tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengasuh pondok pesantren memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kasus intoksikasi makanan di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap kemampuan pengasuh Pondok Pesantren Teknologi Informasi Al-Hidayah Kutorejo Mojokerto dalam melakukan penanganan pertama intoksikasi makanan. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan rancangan One Group Pre-test Post-test Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Instrumen kemampuan penanganan pertama intoksikasi makanan telah dilakukan uji validitas konstruk terhadap 30 pernyataan, diperoleh 25 pernyataan valid dan sehingga instrumen akhir yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 25 item pernyataan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi kemampuan penanganan pertama intoksikasi makanan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi kesehatan seluruh responden (100%) berada pada kategori kurang mampu. Setelah diberikan edukasi kesehatan, sebesar 86,7% berada pada kategori mampu dan 13,3% berada pada kategori kurang mampu. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap kemampuan pengasuh pondok pesantren dalam melakukan penanganan pertama intoksikasi makanan. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan responden sehingga dapat dipertimbangkan sebagai upaya promotif dan preventif di lingkungan pondok pesantren. |
en_US |