| dc.description.abstract |
HIV masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Selain mengalami gangguan fisik, Orang dengan HIV (ODHIV) juga menghadapi masalah psikologis berupa self stigma yang dapat menimbulkan perasaan malu, rendah diri, menarik diri dari lingkungan sosial, serta menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self stigma dengan kualitas hidup pada ODHIV di Klinik PKBI Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah 49 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Berger HIV Stigma Scale dan WHOQOL-HIV BREF. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self stigma kategori sedang (69,4%), sedangkan kualitas hidup sebagian besar berada pada kategori buruk (51,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self stigma dengan kualitas hidup pada ODHIV (p-value = 0,003; p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas hidup tidak hanya dipengaruhi oleh self stigma, tetapi juga oleh faktor lain seperti usia, jenis kelamin, adanya penyakit penyerta, hubungan dengan keluarga, serta lama terdiagnosis HIV. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kemampuan individu dalam beradaptasi dengan penyakit yang dideritanya. |
en_US |