| dc.description.abstract |
Mahasiswa perantau menghadapi berbagai perubahan ketika meninggalkan daerah asal untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Perubahan lingkungan, budaya, bahasa, serta keterpisahan dari keluarga dapat memunculkan perasaan kesepian dan menuntut kemampuan adaptasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kesepian dan proses adaptasi mahasiswa perantau dari luar Jawa Timur di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan berjumlah 10 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu (1) pengalaman awal merantau, (2) pengalaman kesepian selama merantau, (3) strategi mengatasi perasaan kesepian, (4) proses adaptasi di lingkungan baru, dan (5) faktor pendukung dan penghambat proses adaptasi. Pengalaman kesepian muncul akibat keterpisahan dari keluarga, keterbatasan hubungan sosial, hambatan bahasa, serta situasi yang mengingatkan pada kampung halaman. Untuk mengatasi kondisi tersebut, partisipan membangun hubungan sosial, mengikuti kegiatan kampus, mempelajari bahasa dan budaya setempat, serta memanfaatkan dukungan keluarga, teman, dan motivasi diri. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesepian merupakan pengalaman yang umum dialami mahasiswa perantau pada masa awal perkuliahan, namun proses adaptasi yang efektif serta dukungan sosial yang memadai berperan penting dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan meningkatkan kesejahteraan psikologis selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa perantau. |
en_US |