| dc.description.abstract |
Ansietas pada pasien pre operasi pemasangan Central Double Lumen (CDL) merupakan masalah psikologis yang sering dialami dan dapat memengaruhi kesiapan pasien dalam menjalani tindakan operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk menurunkan ansietas adalah teknik Slow Deep Breathing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik Slow Deep Breathing terhadap tingkat ansietas pada pasien pre operasi pemasangan CDL di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain pre- experimental dengan pendekatan One Group Pre-test and Post-test Design. Populasi penelitian berjumlah 50 pasien pre operasi pemasangan CDL, sedangkan sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi Slow Deep Breathing dilakukan selama 10 menit dengan pola menarik napas melalui hidung selama 3 detik, menahan napas selama 6 detik, kemudian menghembuskan napas melalui mulut selama 6 detik dan diulang hingga 40 siklus. Tingkat ansietas diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Rata-rata skor HARS setelah intervensi menurun menjadi 20,0 ± 4,20, dengan median 20,0, skor minimum 10 dan maksimum 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas setelah pemberian intervensi Slow Deep Breathing. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (α < 0,05), sehingga Hₐ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa teknik Slow Deep Breathing efektif terhadap penurunan tingkat ansietas pada pasien pre operasi pemasangan CDL di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Hasil penelitian ini mendukung penerapan Slow Deep Breathing sebagai bagian dari intervensi keperawatan preoperatif karena tekniknya sederhana, aman, mudah dilakukan, dan tidak membutuhkan alat khusus. |
en_US |