| dc.description.abstract |
Fatigue merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien kanker serviks selama menjalani radioterapi dan dapat menurunkan kualitas hidup. Paparan radiasi yang berlangsung berulang menyebabkan perubahan kondisi fisik, psikologis, dan fungsi sehari-hari sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fatigue dengan kualitas hidup pada pasien kanker serviks yang menjalani radioterapi. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker serviks yang menjalani radioterapi di Ruang Radioterapi RSPAL dr. Ramelan Surabaya pada bulan Juni-Juli 2026 sebanyak 32 orang. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Cancer Fatigue Scale (CFS) dan European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire-Core 30 (EORTC QLQ-C30). Analisis data menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami fatigue sedang yaitu sebanyak 20 responden (66,7%) dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup sedang yaitu sebanyak 20 responden (66,7%). Hasil uji Spearman Rho diperoleh ρvalue = 0,002 (<0,05), sehingga terdapat hubungan antara fatigue dengan kualitas hidup pada pasien kanker serviks yang menjalani radioterapi. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,540 menunjukkan kekuatan hubungan kategori sedang dengan arah hubungan positif, yang berarti semakin berat fatigue yang dialami pasien maka semakin buruk kualitas hidupnya. Fatigue dapat menurunkan kualitas hidup karena menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik, gangguan emosional, penurunan fungsi sosial, dan berkurangnya kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari. |
en_US |