| dc.description.abstract |
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan perubahan pada aspek fisik, psikologis, dan sosial. Meningkatnya penggunaan Instagram di kalangan remaja dapat memicu munculnya social comparison, yaitu kecenderungan seseorang untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi cara remaja memandang dan menerima dirinya sehingga berpotensi menurunkan tingkat penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dengan penerimaan diri pada remaja pengguna Instagram di Desa Banjarejo, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 155 remaja pengguna Instagram. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Iowa Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) dan Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat social comparison pada kategori sedang (45,2%), sedangkan sebagian besar responden memiliki tingkat penerimaan diri pada kategori rendah (56,1%). Hasil uji korelasi spearman menunjukkan (p-value = 0,046 < 0,05; r = -0,160). Berdasarkan hasil uji korelasi spearman dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara social comparison dengan penerimaan diri remaja pengguna instagram di Desa Banjarejo Kecamatan Karangbinangun Lamongan dengan nilai koefisien korelasi yang bernilai negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi remaja melakukan social comparison, semakin rendah tingkat penerimaan dirinya dan sebaliknya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi remaja dan tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan penerimaan diri melalui penggunaan media sosial yang lebih bijaksana. |
en_US |