| dc.description.abstract |
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi
tinggi yang berpotensi memicu komplikasi kesehatan lebih lanjut. Salah satu
prediktor utama terjadinya disfungsi vaskular yang memengaruhi peningkatan
tekanan darah adalah tingginya kadar kolesterol atau hiperkolesterolemia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol
dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas
Bangsal Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain korelasional
dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan
teknik Purposive Sampling yang melibatkan 30 responden, yakni pasien hipertensi
peserta kegiatan PROLANIS di Balai Desa Gayam, wilayah kerja UPTD
Puskesmas Bangsal. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik
menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
tekanan darah sistolik responden adalah sebesar 145,67 mmHg dan tekanan darah
diastolik sebesar 84,00 mmHg. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson, ditemukan
adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara kadar kolesterol dengan
tekanan darah sistolik (r = 0,861; p-value = 0,000). Selain itu, terdapat pula
hubungan yang kuat dan signifikan antara kadar kolesterol dengan tekanan darah
diastolik (r = 0,592; p-value = 0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah
terdapat hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol dengan tekanan darah
sistolik maupun diastolik pada penderita hipertensi di wilayah tersebut. Oleh
karena itu, upaya mengontrol kadar kolesterol sangat penting dilakukan secara
rutin untuk mencegah perburukan tekanan darah pada pasien. |
en_US |