| dc.description.abstract |
Stroke merupakan kegawatdaruratan neurologis yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan jaringan otak yang lebih luas. Menurut World Health Organization (WHO, 2025), lebih dari 93,8 juta orang hidup dengan stroke dan diperkirakan terdapat 11,9 juta kasus baru secara global pada tahun 2025. Tingginya beban tersebut menunjukkan pentingnya penanganan stroke secara cepat, terutama dalam golden period. Keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi neurologis, termasuk tingkat kesadaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Golden Period Time dengan tingkat kesadaran pasien stroke berdasarkan FOUR Score. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 35 pasien stroke yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data Golden Period Time diperoleh berdasarkan waktu sejak onset hingga penanganan pertama di IGD dan dikategorikan menjadi ≤3 jam dan >3 jam, sedangkan tingkat kesadaran diukur menggunakan FOUR Score. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Golden Period Time yang paling banyak adalah >3 jam, sedangkan tingkat kesadaran berdasarkan FOUR Score yang paling banyak adalah kategori somnolen. Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value sebesar 0,012 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Golden Period Time dengan tingkat kesadaran pasien stroke berdasarkan FOUR Score. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketepatan waktu penanganan pasien stroke penting dalam kondisi neurologis pasien. Penilaian menggunakan FOUR Score dapat membantu tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi tingkat kesadaran pasien secara kuantitatif sehingga mendukung pemantauan kondisi neurologis di IGD. |
en_US |