| dc.description.abstract |
Kegawatdaruratan akibat kecelakaan dan bencana masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional yang menuntut respons cepat dan tepat pada fase pra-rumah sakit, salah satunya melalui kompetensi teknik Lifting and Moving pada relawan penanganan bencana. Studi pendahuluan pada relawan PMI Kota Mojokerto menunjukkan keterbatasan kemampuan dalam teknik evakuasi korban, sejalan dengan temuan penelitian terdahulu yang menyatakan sebagian besar relawan belum mampu melakukan teknik tersebut secara tepat sebelum mendapat edukasi. Berdasarkan konsep edukasi kesehatan (Notoatmodjo, 2023) yang mencakup domain kognitif, afektif, dan psikomotor, edukasi diberikan menggunakan metode demonstrasi yang dinilai efektif untuk meningkatkan keterampilan psikomotor seperti teknik Lifting and Moving. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi Lifting and Moving terhadap kemampuan penanganan kegawatdaruratan pada relawan PMI Kota Mojokerto. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pre-experimental One Group Pretest-Posttest dengan populasi seluruh relawan PMI Kota Mojokerto berjumlah 30 orang yang diambil secara total sampling. Data digali menggunakan lembar observasi checklist berskala ordinal (Rating Scale) yang telah melalui uji validitas konstruk, dengan revisi sistem skoring serta pengurangan jumlah item dari 33 menjadi 31 butir atas masukan validator. Mengingat skala data bersifat ordinal dan berpasangan, analisis bivariat dilakukan dengan uji non-parametrik untuk dua sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden (93,3%) berkemampuan kurang sebelum edukasi, meningkat menjadi hampir seluruhnya (90,0%) berkemampuan baik sesudah edukasi, dengan nilai Z sebesar -5,000 dan p-value 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa edukasi Lifting and Moving dengan metode demonstrasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan penanganan kegawatdaruratan relawan PMI Kota Mojokerto. |
en_US |