| dc.description.abstract |
HIV tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi aspek psikologis, sosial, dan reproduksi orang dengan HIV (ODHIV). Pengambilan keputusan reproduksi pada ODHIV merupakan proses yang kompleks karena berkaitan dengan kondisi kesehatan, terapi antiretroviral (ARV), risiko penularan, dukungan pasangan, serta akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengambilan keputusan reproduksi pada penderita HIV di Klinik PKBI Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 32 ODHIV berusia produktif yang mendapatkan pelayanan di Klinik PKBI Jawa Timur. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengambilan keputusan reproduksi yang mencakup empat indikator, yaitu keinginan memiliki anak, penggunaan metode kontrasepsi, merencanakan kehamilan, dan berkonsultasi tentang kesehatan reproduksi. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengambilan keputusan reproduksi dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 26 responden (81,3%), sedangkan 6 responden (18,8%) berada dalam kategori sedang dan tidak terdapat responden dalam kategori rendah. Tingkat pengambilan keputusan reproduksi yang tinggi menunjukkan bahwa ODHIV di Klinik PKBI Jawa Timur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mengambil keputusan mengenai masa depan reproduksi mereka. Pengambilan keputusan reproduksi tidak hanya melibatkan keinginan memiliki anak, tetapi juga perencanaan kehamilan, pemilihan kontrasepsi dan upaya untuk menjaga kesehatan reproduksi dan mencegahan penularan HIV. Temuan ini menunjukkan bahwa ODHIV mampu mengambil keputusan reproduksi yang bertanggung jawab meskipun hidup dengan HIV. |
en_US |