| dc.description.abstract |
Premonopause merupakan fase awal dari masa klimakterium (transisi reproduksi) yang dialami wanita, di mana tubuh mulai mempersiapkan diri menuju penghentian fungsi reproduksi. Penurunan kadar estrogen menyebabkan berbagai gejala somatik, psikologis, dan urogenital yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengurangi gejala tersebut adalah senam aerobik dan yoga melalui peningkatan kebugaran tubuh serta relaksasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas senam aerobik dan yoga terhadap penurunan gejala premenopause menggunakan Menopause Rating Scale (MRS). Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 30 wanita menopause di Dusun Babadan, Kabupaten Jombang. Sampel sebanyak 25 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam aerobik dan yoga diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu. Pengukuran gejala dilakukan menggunakan Menopause Rating Scale (MRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata skor Menopause Rating Scale sebelum intervensi sebesar 16,33 dan sesudah intervensi menjadi 7,50. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -4,583; p = 0,000; p < 0,05). Penurunan skor Menopause Rating Scale menunjukkan bahwa senam aerobik dan yoga efektif menurunkan gejala premenopause. Senam aerobik membantu meningkatkan kebugaran dan sirkulasi darah, sedangkan yoga memberikan efek relaksasi yang mendukung penurunan keluhan somatik, psikologis, dan urogenital. Oleh karena itu, senam aerobik dan yoga dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan gejala premenopause pada wanita premenopause. |
en_US |