| dc.description.abstract |
Diabetes Mellitus berisiko menimbulkan komplikasi ulkus diabetikum yang dapat berkembang menjadi gangren jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dan tingkat kepatuhan perawatan ulkus dengan keparahan gangren di Rumah Luka Sidoarjo (RUWAT). Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional studi kohort ini melibatkan 36 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi derajat gangren (skala Wagner), glukometer/pemeriksaan laboratorium GDA, dan kuesioner kepatuhan perawatan ulkus. Derajat keparahan gangren dipengaruhi oleh berbagai faktor multifaktorial, meliputi kontrol kadar glukosa darah, lama menderita Diabetes Mellitus, tingkat kepatuhan diet diabetes, kepatuhan perawatan luka (dressing), kondisi neuropati dan angiopati, tingkat pengetahuan serta edukasi kesehatan, serta aktivitas fisik dan mobilisasi pasien. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji korelasi Spearman’s Rho, serta multivariat menggunakan Ordinal Logistic Regression. Sebagian besar responden memiliki kadar GDA tidak terkontrol (61,1%), kepatuhan perawatan ulkus kategori cukup (38,9%), dan derajat keparahan gangren Wagner 2 / luka dalam (22,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara kadar GDA dengan keparahan gangren (r=0,972; p=0,000), serta hubungan yang sangat kuat berarah negatif antara kepatuhan perawatan ulkus dengan keparahan gangren (r=-0,977; p=0,000). Hasil analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa secara parsial variabel GDA (p=0,184) dan kepatuhan (p=0,059) tidak berpengaruh signifikan secara mandiri, mengindikasikan bahwa kedua variabel berinteraksi secara simultan bersama faktor vaskular dan imunitas sistemik dalam memengaruhi derajat keparahan luka. Pengendalian kadar glukosa darah yang terkontrol dan peningkatan kepatuhan perawatan ulkus secara signifikan berhubungan dengan penurunan derajat keparahan gangren. Intervensi keperawatan yang komprehensif mencakup manajemen glikemik yang ketat dan edukasi perawatan luka modern secara konsisten mutlak diperlukan untuk mencegah komplikasi gangren berat dan risiko amputasi. |
en_US |