| dc.description.abstract |
Apendisitis merupakan salah satu kasus bedah yang paling umum terjadi dan memerlukan penanganan cepat melalui tindakan operasi, yaitu apendiktomi. Salah satu masalah keperawatan utama yang sering muncul pada pasien pasca operasi apendiktomi adalah nyeri akut, yang jika tidak ditangani secara efektif dapat menghambat proses penyembuhan, meningkatkan stres fisiologis dan psikologis, serta mengganggu aktivitas pasien. Penanganan nyeri pada pasien post operasi apendiktomi dapat dilakukan secara farmakologis dengan pemberian analgesik, dan non-farmakologis melalui metode relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan pada pasien post operasi apendiktomi dengan masalah nyeri akut, serta mengevaluasi efektivitas kombinasi intervensi farmakologis dan teknik relaksasi genggam jari dalam mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang diterapkan pada satu pasien di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skala nyeri setelah dilakukan intervensi teknik relaksasi genggam jari: dari skala nyeri 7 menjadi 3. Selain itu, terdapat peningkatan kenyamanan, penurunan ketegangan otot, serta perbaikan pola tidur. Penurunan nyeri terjadi karena stimulasi taktil lembut pada area jari-jari tangan mengirimkan impuls saraf melalui serabut A-beta yang berdiameter besar. Impuls ini bergerak lebih cepat daripada impuls nyeri dari serabut C atau A-delta, sehingga mampu menutup "gerbang" (substantia gelatinosa) di kornu dorsalis medula spinalis dan menghambat sinyal nyeri mencapai korteks serebri sehingga nyeri berkurang. Kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis teknik relaksasi genggam jari terbukti sangat efektif dalam mengatasi nyeri akut pada pasien post op apendiktomi. Pendekatan ini sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik untuk meningkatkan kualitas pemulihan pasien |
en_US |