| dc.description.abstract |
Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) merupakan kondisi kegawatan yang ditandai dengan gangguan oksigenasi akibat kerusakan membran alveolus-kapiler sehingga membutuhkan dukungan ventilator mekanik. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan hipoksemia dan perubahan status respirasi. Pemantauan respirasi dan suction diperlukan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas, memantau oksigenasi, serta mendeteksi perubahan respirasi secara dini. Tujuan studi ini adalah menganalisis asuhan keperawatan dengan masalah keperawatan gangguan pertukaran gas melalui intervensi pemantauan respirasi dan kombinasi suction pada pasien ARDS yang terpasang ventilator mekanik di ICU Teratai RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Tn. M, usia 30 tahun, dengan diagnosis ARDS, terpasang endotracheal tube (ETT) serta ventilator mekanik mode P-SIMV. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian, observasi, pemeriksaan fisik dan penunjang, dokumentasi, serta implementasi dan evaluasi selama 3 × 24 jam. Hasil menunjukkan pasien mengalami sekret kental, ronkhi bilateral, frekuensi napas 24 kali/menit, serta hasil analisis gas darah (AGD) pH 7,25, PaCO₂ 28,9 mmHg, PaO₂ 365 mmHg, HCO₃ 9,9 mEq/L, dan SaO₂ 100%. Setelah dilakukan intervensi, sekret dan ronkhi berkurang, frekuensi napas menjadi 20 kali/menit, serta saturasi oksigen meningkat dari 95% menjadi 98–99%. Intervensi pemantauan respirasi dan kombinasi suction memberikan respons positif terhadap status respirasi pasien, namun pasien masih membutuhkan ventilator mekanik dan pemantauan berkelanjutan. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa kombinasi pemantauan respirasi dan suction dapat membantu mempertahankan kepatenan jalan napas dan mendukung perbaikan status respirasi pada pasien ARDS yang terpasang ventilator mekanik. |
en_US |