| dc.description.abstract |
Pasien skizofrenia membutuhkan dukungan dan bantuan keluarga dalam
melakukan perawatan dirinya. Dukungan keluarga sangat penting bagi pasien
dengan gangguan jiwa karena keluarga vang paling lama berinteraksi dengan
pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Skizofrenia suatu gangguan
jiwa yang mempengaruhi fungsi otak dan memyebabkan munculnya gangguan
pikiran, persepsi, cmost, gerakan, dan perilaku vang menyebabkan kemunduran
dalam menjalani kehidupan seharihari,
hal ini ditandai dengan hilangnya
motivast dan tanggung jawab sehingga mengalami gangguan dalam perawatan
dirinya. hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan perawatan diri (selfcare
agency) pada pasicn skizofrenia. Desain penelitian yang digunakan adalah
cross sectional. populasinya adalah pasien skizofrenia dan keluarga yang merawat
di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto, sampel sebanyak 35
orang dengan teknik sampling menggunakan simpel random sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuisioner dukungan keluarga kepada keluarga
vang merawat dan lembar observasi pada pasien skizofrenia, kemudian di uji
dengan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden
(80,0%) mendapatkan dukungan keluarganva baik dan mampu melakukan
kemampuan perawatan dirinva secara mandiri. 2 reponden (5.7%) mendapatkan
dukungan kcluarga cukup dan melakukan kemampuan perawatan dirinya
membutuhkan alat bantu. dan 1 responden (2.9%) mendapatkan dukungan
keluarga kurang tetapi pasien mampu melakukan perawatan sccara mandiri.
Artinya semakin tingginya dukungan keluarga vang dimiliki penderita
skizofrenia, maka semakin tinggi kemampuan perawatan diri penderita
skizofrenia. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan perawatan diri
(selfcare
agency) pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Gedongan
Kota Mojokerto. Pasien skizofrenia seringkali memerfukan dukungan keluarga
informasional, pemenuban fasilitas dan biaya perawatan untuk kemandirian
kemampuan perawatan dirinya. |
en_US |