| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Pola konsumsi fast food yang kurang baik dan durasi screen time
tinggi berpotensi meningkatkan risiko kejadian obesitas pada remaja. Penelitian ini
bertujuan menganalisis hubungan antara pola konsumsi fast food dan screen time
dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Walisongo Gempol. Metode:
Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 270
responden. Data diukur menggunakan kuesioner dan Indeks Massa Tubuh menurut
Umur (IMT/U). Hasil: Sebagian besar responden memiliki pola konsumsi fast food
baik (61,1%) sejumlah 165 responden, screen time tinggi (55,9%) sejumlah 151
responden, dan status gizi normal (50,0%) sejumlah 135 responden. Kelompok fast
food tidak baik didominasi kategori gemuk (41,0%) sejumlah 43 responden,
sedangkan fast food baik didominasi status normal (71,5%) sejumlah 118
responden. Pada screen time tinggi, kejadian obesitas tertinggi mencapai 35,1%
sejumlah 53 responden, sedangkan screen time rendah didominasi status normal
(81,5%) sejumlah 97 responden. Hasil menyimpulkan bahwa pola konsumsi fast
food dan durasi screen time berhubungan dengan kejadian obesitas. Diskusi:
Perilaku konsumsi makanan cepat saji dan penggunaan layar berlebih berkontribusi
langsung pada obesitas remaja. Remaja disarankan membatasi konsumsi fast food,
mengontrol durasi gawai, serta meningkatkan aktivitas fisik harian. |
en_US |