| dc.description.abstract |
Perilaku non-suicidal self-injury (NSSI) ialah tindakan melukai diri tanpa berniat untuk bunuh diri yang sering terjadi pada remaja akibat tekanan psikologis. Salah satu faktor munculnya perilaku tersebut adalah konsep diri yang negatif. Psikoedukasi berbasis konsep diri diharapkan dapat meningkatkan penerimaan diri, manajemen emosi, dan koping adaptif sehingga meminimalkan risiko NSSI pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas psikoedukasi berbasis konsep diri terhadap penurunan risiko perilaku non-suicidal self-injury pada Siswa Keperawatan di SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan non-equivalent control group design. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu 46 Siswa Keperawatan yang dipilih dengan teknik total sampling. Sampel kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen sebanyak 23 responden dan kelompok kontrol sebanyak 23 responden. Pengukuran risiko perilaku NSSI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre-test pada kelompok eksperimen hampir setengah responden berada pada kategori risiko perilaku NSSI sedang (43,5%), sedangkan nilai post-test menunjukkan hampir seluruh responden berada pada kategori sangat rendah (73,9%). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat perubahan skor sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Berdasarkan perhitungan effect size, diperoleh nilai r sebesar 0,71 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi., sehingga disimpulkan bahwa psikoedukasi berbasis konsep diri terbukti efektif dalam menurunkan risiko perilaku non-suicidal self-injury pada siswa. |
en_US |