| dc.description.abstract |
Dispepsia merupakan salah satu gangguan pada saluran cerna bagian atas
yang ditandai dengan nyeri di daerah epigastrium sehingga dapat menurunkan
kenyamanan dan menghambat aktivitas pasien. Selain penatalaksanaan
farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti kompres hangat menggunakan Warm
Water Zack (WWZ) dapat digunakan sebagai intervensi pendamping untuk
membantu mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis
asuhan keperawatan pada pasien dispepsia melalui penerapan kompres hangat
menggunakan Warm Water Zack (WWZ) dalam menurunkan intensitas nyeri di
Ruang Anggrek RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan
desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien
dispepsia di Ruang Anggrek RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Data dikumpulkan
melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi.
Intervensi yang diberikan berupa kompres hangat menggunakan WWZ selama 15 -
20 menit, dilakukan sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut, disertai
terapi farmakologis sesuai program medis. Evaluasi dilakukan menggunakan
instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Sebelum intervensi, pasien mengeluhkan
nyeri pada epigastrium dengan skala 6 yang disertai mual dan rasa begah. Setelah
tiga hari pelaksanaan kompres hangat, intensitas nyeri menurun menjadi skala 2,
pasien tampak lebih rileks, keluhan begah berkurang, mampu melakukan aktivitas
ringan, serta tidak ditemukan efek samping pada area yang dikompres. Dengan
demikian, pemberian kompres hangat menggunakan Warm Water Zack (WWZ)
sebagai terapi nonfarmakologis yang dikombinasikan dengan terapi farmakologis
efektif membantu menurunkan nyeri epigastrium dan meningkatkan kenyamanan
pada pasien dispepsia. |
en_US |