| dc.description.abstract |
Pneumonia merupakan infeksi pada parenkim paru yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas, penumpukan sekret, peningkatan beban kerja pernapasan, dan peningkatan respiratory rate (RR). Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kondisi respirasi adalah Active Cycle of Breathing Technique (ACBT), yang terdiri dari breathing control, thoracic expansion exercise, dan forced expiratory technique (huffing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi ACBT terhadap respiratory rate pada pasien pneumonia di RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh pasien pneumonia berjumlah 40 pasien yang menjalani perawatan. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran respiratory rate dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi ACBT dengan menghitung frekuensi pernapasan selama satu menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean respiratory rate sebelum pemberian terapi ACBT sebesar 23,60 kali/menit dengan standar deviasi 1,311, sedangkan setelah pemberian terapi ACBT sebesar 19,00 kali/menit dengan standar deviasi 1,268. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima, dengan negative ranks sebanyak 33, positive ranks 0, dan ties 2. Nilai effect size (r) sebesar 0,85 menunjukkan kekuatan pengaruh yang sangat besar (large effect). Terapi ACBT berpengaruh signifikan terhadap respiratory rate pada pasien pneumonia serta mendukung perbaikan kondisi respirasi melalui pengontrolan pola pernapasan, peningkatan ekspansi paru, dan mobilisasi sekret. |
en_US |