| dc.description.abstract |
Pneumonia merupakan infeksi pada parenkim paru yang menyebabkan peningkatan produksi sekret sehingga mengakibatkan bersihan jalan napas tidak efektif. Penumpukan sekret pada pasien dengan penurunan kesadaran dapat menghambat pertukaran gas, meningkatkan kerja napas, serta memperburuk kondisi respirasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas adalah tindakan suction. Tujuan: Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif melalui tindakan suction di ruang Intensive Care Unit (ICU). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan selama 3×24 jam pada satu pasien pneumonia di ruang ICU. Intervensi utama yang diberikan adalah tindakan suction disertai pemantauan status respirasi, pemberian terapi oksigen, posisi Semi-Fowler, serta kolaborasi pemberian bronkodilator sesuai program terapi. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami bersihan jalan napas tidak efektif ditandai dengan takipnea (RR 29 kali/menit), penggunaan Non Rebreathing Mask (NRM) 12 L/menit, saturasi oksigen 95%, ronki kasar pada kedua lapang paru, batuk tidak efektif, sekret putih kekuningan yang kental, serta penurunan kesadaran (GCS E3V3M5 = 11). Setelah dilakukan tindakan suction selama tiga hari, terjadi perbaikan kondisi respirasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas menjadi 22 kali/menit, saturasi oksigen meningkat menjadi 96%, sekret berkurang dan lebih encer, bunyi ronki menurun, penggunaan otot bantu napas tidak tampak, serta jalan napas menjadi lebih bersih. Namun, masalah keperawatan dinyatakan teratasi sebagian karena pasien masih memerlukan terapi oksigen dan suction sesuai indikasi. Kesimpulan: Penerapan tindakan suction sebagai bagian dari asuhan keperawatan mampu membantu mempertahankan kepatenan jalan napas, mengurangi akumulasi sekret, memperbaiki status respirasi, dan meningkatkan oksigenasi pada pasien pneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Tindakan suction perlu dilakukan sesuai indikasi, durasi yang tepat, serta dikombinasikan dengan terapi oksigen, pemantauan respirasi, dan kolaborasi terapi medis untuk memperoleh hasil yang optimal. |
en_US |