DSpace Repository

ANALISI ASUHAN KEPERAWTAN PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN MASALA KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF MENGGUNAKAN INTERVENSI SUCTION DIRUANG ICU RUMAH SAKIT MAWADAH

Show simple item record

dc.contributor.advisor
dc.contributor.author shobirin, Puji Ali
dc.date.accessioned 2026-09-23T07:14:59Z
dc.date.available 2026-09-23T07:14:59Z
dc.date.issued 2026-09-23
dc.identifier.uri https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4739
dc.description.abstract Pneumonia merupakan infeksi pada parenkim paru yang menyebabkan peningkatan produksi sekret sehingga mengakibatkan bersihan jalan napas tidak efektif. Penumpukan sekret pada pasien dengan penurunan kesadaran dapat menghambat pertukaran gas, meningkatkan kerja napas, serta memperburuk kondisi respirasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas adalah tindakan suction. Tujuan: Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif melalui tindakan suction di ruang Intensive Care Unit (ICU). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan selama 3×24 jam pada satu pasien pneumonia di ruang ICU. Intervensi utama yang diberikan adalah tindakan suction disertai pemantauan status respirasi, pemberian terapi oksigen, posisi Semi-Fowler, serta kolaborasi pemberian bronkodilator sesuai program terapi. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami bersihan jalan napas tidak efektif ditandai dengan takipnea (RR 29 kali/menit), penggunaan Non Rebreathing Mask (NRM) 12 L/menit, saturasi oksigen 95%, ronki kasar pada kedua lapang paru, batuk tidak efektif, sekret putih kekuningan yang kental, serta penurunan kesadaran (GCS E3V3M5 = 11). Setelah dilakukan tindakan suction selama tiga hari, terjadi perbaikan kondisi respirasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas menjadi 22 kali/menit, saturasi oksigen meningkat menjadi 96%, sekret berkurang dan lebih encer, bunyi ronki menurun, penggunaan otot bantu napas tidak tampak, serta jalan napas menjadi lebih bersih. Namun, masalah keperawatan dinyatakan teratasi sebagian karena pasien masih memerlukan terapi oksigen dan suction sesuai indikasi. Kesimpulan: Penerapan tindakan suction sebagai bagian dari asuhan keperawatan mampu membantu mempertahankan kepatenan jalan napas, mengurangi akumulasi sekret, memperbaiki status respirasi, dan meningkatkan oksigenasi pada pasien pneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Tindakan suction perlu dilakukan sesuai indikasi, durasi yang tepat, serta dikombinasikan dengan terapi oksigen, pemantauan respirasi, dan kolaborasi terapi medis untuk memperoleh hasil yang optimal. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BINA SEHAT en_US
dc.subject BERSIHAN JALAN NAPAS en_US
dc.subject SUCTION en_US
dc.title ANALISI ASUHAN KEPERAWTAN PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN MASALA KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF MENGGUNAKAN INTERVENSI SUCTION DIRUANG ICU RUMAH SAKIT MAWADAH en_US
dc.title.alternative BERSIHAN JALAN NAPA DENGAN INTERVENSI SUCTION en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account