| dc.description.abstract |
Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia enam puluh tahun ke atas yang mengalami proses penuaan sehingga lebih rentan mengalami berbagai penyakit kronis, salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat baik di dunia maupun di Indonesia. Kondisi hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk masalah keperawatan berupa nyeri yang dapat menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah terapi pijat refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan gerontik pada pasien hipertensi dengan masalah nyeri melalui penerapan pijat refleksi di UPT PMKS Mojopahit Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Partisipan penelitian adalah seorang pasien gerontik yang mengalami hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan melalui penerapan pijat refleksi selama tiga kali dua puluh empat jam, masalah nyeri mengalami penurunan, pasien tampak lebih rileks, keluhan nyeri berkurang, serta tekanan darah menunjukkan perbaikan. Penerapan pijat refleksi diharapkan dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi nyeri serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien gerontik dengan hipertensi. |
en_US |