| dc.description.abstract |
Studi epidemiologi menunjukkan Indonesia menempati urutan ke7
dengan
peningkatan angka insidensi dan prevalensi diabetes secara global. Diabetes
berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, penderita bisa
mengalami komplikasi jangka panjang jika tidak dikelola dengan baik. Dengan itu
dukungan keluarga diperlukan untuk membantu menyelesaikan masalah. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kadar gula
darah pada lansia dengan Diabetes Melitus. Desain penelitian analitik
korelasionaldengan metode pendekatan case conirol. Populasi seluruh lansia
dengan Diabetes Melitus di Desa Kedunggede, Kec.Dlanggu, Kab.Mojokerto
sebanyak 30 responden dengan teknik rotal sampling. Data dikumpulkan dengan
mstrumen kuesioner dan glucometer. Hasil tabulasi penelitian menunjukkan 8
(100%) responden dengan dukungan keluarga yang baik memiliki kadar gula
dalam rentang baik. 12 responden (100%) dengan dukungan keluarga yang cukup
diketahui 2 responden (16,7%)memiliki kadar gula dalam rentang baik, 9
responden (75%) memiliki kadar gula dalam rentang sedangdan 1 responden
(8,3%) memiliki kadar gula dalam rentang buruk. Kemudian 10 responden
(100%) dengan dukungan keluarga yang kurang diketahui 1 responden (10%)
memiliki kadar gula dalam rentang baik dan 9 responden (90%) memiliki kadar
gula dalam rentang buruk. Berdasarkan penelitian didapatkanada hubungan antara
dukungan keluarga dengan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus
di Desa Kedunggede, Kec.Dlanggu, Kab.Mojokerto. Ditunjukkan dengan
responden yang memilikidukungan keluarga yang baik maka kadar gula darah
juga baik. |
en_US |