| dc.description.abstract |
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan melalui kepatuhan minum obat, kontrol tekanan darah, pengaturan diet, aktivitas fisik, dan pemantauan tekanan darah secara mandiri. Keluarga berperan penting dalam membantu lansia mempertahankan perilaku pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kemandirian keluarga dengan kemampuan kontrol tekanan darah lansia hipertensi di Prolanis Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri atas 100 lansia peserta Prolanis dan sampel terdiri atas 60 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kemandirian keluarga dan kuesioner kemampuan kontrol tekanan darah yang terdiri atas 15 pernyataan. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (46,7%) memiliki kemandirian keluarga kategori cukup mandiri dan 25 responden (41,7%) memiliki kemampuan kontrol tekanan darah kategori mampu. Kelompok kurang mandiri terdiri atas 6 responden (10,0%) dengan kemampuan kontrol tekanan darah kurang mampu. Kelompok cukup mandiri terdiri atas 11 responden (18,3%) dengan kemampuan kurang mampu, 11 responden (18,3%) dengan kemampuan cukup mampu, dan 6 responden (10,0%) dengan kemampuan mampu. Kelompok mandiri terdiri atas 19 responden (31,7%) dengan kemampuan mampu. Uji Spearman Rho memperoleh p value = 0,001 dan koefisien korelasi 0,686, sehingga terdapat hubungan positif yang kuat antara kemandirian keluarga dengan kemampuan kontrol tekanan darah lansia hipertensi. Peningkatan kemandirian keluarga berkaitan dengan peningkatan kemampuan keluarga dalam mendukung kepatuhan minum obat, kontrol tekanan darah, diet rendah garam, aktivitas fisik, dan pemantauan tekanan darah secara mandiri. |
en_US |