| dc.description.abstract |
Penggunaan perangkat elektronik oleh remaja semakin meningkat karena kemajuan
teknologi digital. Menggunakan gadget dalam waktu yang lama dapat membuat
seseorang semakin membutuhkan smartphone, sehingga berisiko mengalami
nomophobia, yaitu perasaan cemas, takut, atau tidak nyaman ketika tidak bisa
mengakses smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara
lama waktu menggunakan gadget dan munculnya gejala nomophobia pada para siswa
SMA Tamansiswa di Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
sejumlah 538 siswa kelas X dan XII di SMA Tamansiswa Kota Mojokerto,
sedangkan sampel yang digunakan berjumlah 81 orang, dipilih dengan metode
pengambilan sampel acak proporsional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah kuesioner yang mengukur lama penggunaan gadget dan juga menggunakan
kuesioner Nomophobia (NMP-Q). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji
Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Penelitian ini menunjukkan
bahwa sebagian besar responden, yaitu 85,2%, menggunakan gadget dengan durasi
yang Tinggi. Selain itu, sebanyak 53,1% dari responden mengalami gejala
nomophobia dengan Kategori tinggi. Hasil analisis data menunjukkan nilai p-value
sebesar 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,351, yang menunjukkan
adanya hubungan yang signifikan, lemah, dan positif antara lama penggunaan gadget
dengan kejadian nomophobia pada remaja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa
semakin lama remaja menggunakan gadget, semakin besar kemungkinan mereka
mengalami ketakutan akan tidak bisa menggunakan gadget. Meskipun hubungan
antara penggunaan gadget dan nomophobia lemah, waktu penggunaan gadget tetap
menjadi salah satu penyebab nomophobia, selain faktor-faktor seperti sifat individu,
kemampuan mengendalikan diri, cara menggunakan media sosial, dan kondisi
psikologis remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara durasi
penggunaan gadget dan munculnya rasa takut akan kehilangan gadget (nomophobia)
pada remaja di SMA Tamansiswa Kota Mojokerto. |
en_US |