| dc.description.abstract |
Gout arthritis pada lansia terjadi akibat pengendapan kristal monosodium urat pada
sendi yang menimbulkan inflamasi, nyeri, kekakuan, dan keterbatasan aktivitas.
Nyeri kronis yang tidak tertangani dapat menurunkan kenyamanan serta
kemandirian lansia. Kompres hangat bubuk kayu manis merupakan terapi
komplementer yang memberikan efek hangat, meningkatkan sirkulasi darah,
merelaksasi otot, serta berpotensi mengurangi inflamasi. Karya ilmiah ini bertujuan
menganalisis asuhan keperawatan pada lansia dengan gout arthritis dan masalah
nyeri kronis melalui penerapan kompres hangat bubuk kayu manis. Studi kasus
dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis,
perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek adalah Tn. S, laki-laki berusia 79
tahun, dengan nyeri kronis pada jari dan pergelangan tangan kanan di UPT PSTW
Kabupaten Jombang. Intervensi diberikan selama tiga hari, tanggal 14–16 Maret
2026, satu kali sehari selama 15–20 menit. Nyeri dinilai menggunakan metode
PQRST dan Numeric Rating Scale 0–10 sebelum dan sesudah tindakan, disertai
pemantauan kondisi kulit, kenyamanan, serta kemampuan menggenggam. Pada
hari pertama, skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi tetap 5, tetapi klien merasa
lebih nyaman dan rileks. Hari kedua, skala nyeri menurun dari 5 menjadi 4, disertai
berkurangnya pegal dan kekakuan. Hari ketiga, skala nyeri menurun dari 4 menjadi
3; frekuensi nyeri, rasa menusuk, dan kesemutan berkurang, serta klien mulai
mampu menggenggam secara perlahan. Tidak ditemukan iritasi atau reaksi alergi
pada kulit. Kadar asam urat menurun dari 10 mg/dL menjadi 8 mg/dL. Penerapan
kompres hangat bubuk kayu manis menunjukkan perbaikan nyeri, kenyamanan, dan
fungsi tangan. Intervensi ini dapat digunakan sebagai terapi pendamping dalam
manajemen nyeri kronis pada lansia dengan gout arthritis. Namun, perubahan kadar
asam urat tidak dapat dinyatakan sebagai efek langsung intervensi karena durasi
penerapan singkat dan hanya melibatkan satu kasus |
en_US |