| dc.description.abstract |
Masa nifas merupakan periode penting yang menentukan keberhasilan pemulihan ibu serta kelancaran pemberian Air Susu Ibu (ASI). Salah satu faktor yang berperan dalam kelancaran ASI adalah hormon oksitosin, yang dapat distimulasi melalui pijat oksitosin. Namun, masih banyak ibu nifas yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai manfaat dan teknik pijat oksitosin, sehingga diperlukan metode edukasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh demonstrasi pijat oksitosin terhadap tingkat pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin di TPMB Heny Widiastutik, S.Keb, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian adalah seluruh ibu nifas yang berada di TPMB Heny Widiastutik, S.Keb, Kabupaten Lamongan sebanyak 20 responden, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan pijat oksitosin. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan demonstrasi pijat oksitosin, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (55%). Setelah dilakukan demonstrasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan baik (80%). Dapat disimpulkan bahwa demonstrasi pijat oksitosin berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin. Metode demonstrasi direkomendasikan sebagai salah satu strategi edukasi kesehatan yang efektif dalam pelayanan kebidanan, khususnya pada masa nifas, guna mendukung kelancaran proses menyusui. |
en_US |