| dc.description.abstract |
Gizi merupakan salah satu komponen dari lingkungan yang memegang peranan penting dalam kesehatan dan tumbuh kembang anak. Apabila gizi menurun maka kesehatan anak akan menurun, sedangkan angka mortalitas dan mordiditas akan meningkat. Secara nasional ada empat masalah gizi utama di Indonesia yaitu kurang energi dan protein, kekurangan vitamin A, anemia zat gizi besi, dan gangguan akibat kekurangan Iodium penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada balita usia 0-59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dajlajm penelitiajn ini yajitu ajnajk usiaj 0– 59 bulajn yajng mengajlajmi stunting yajng berajdaj diwilajyajh kerjaj puskesmajs jorongan. Instrumen yang di gunakan adalah lembar observasi melalui buku KMS, data diolah melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: sebagian besar responden status gizinya dalam kategori kurang sebanyak 32 balita (53,3%). Dan sebagian kecil adalah buruk sebanyak 10 orang (16,7%). sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 39 balita dengan gizi kurang sebanyak 23 balita (38,3%). sebagian besar responden yang mengalami gizi kurang adalah responden dengan usia 12-36 bulan sebanyak 24 balita (40%). Ibu diharapkan lebih variatif dalam mengolah makanan keluarga agar menarik bagi anak batita, misalnya mengubah bentuk visual makanan atau menyelipkan sayur dan protein ke dalam camilan sehat. |
en_US |