| dc.description.abstract |
Perempuan di Indonesia yang mengalami kesulitan dalam memilih jenis kontrasepsi yang paling sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, peningkatan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), termasuk Intra Uterine Device (IUD), menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).Intra Uterine Device (IUD) merupakan salah satu alternatif metode kontrasepsi yang dinilai ideal karena memiliki sifat jangka panjang serta memberikan berbagai keuntungan bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan minat pasangan usia subur dalam menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Crossectional. jumlah sebanyak 41 orang, menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan total sampling sehingga sampel sebanyak 41 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner.
Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Dukungan suami sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan suami sebanyak 36 orang (87,8%). Minat Pemilihan MKJP sebagian besar responden tidak berminat memilih kontrasepsi MKJP sebanyak 36 orang (87,8%).
Berdasarkan hasil uji Fisher's Exact Test didapatkan hasil bahwa nilai Sig.0,004 < α0,05 artinya ada hubungan dukungan suami dengan minat pasangan usia subur pada penggunaan kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di TPMB Robiatul Munawaroh Kota Probolinggo.
Agar mewajibkan atau memprioritaskan kehadiran suami saat pemeriksaan kehamilan trimester akhir (ANC) atau sesi konseling KB |
en_US |