| dc.description.abstract |
Anak dalam perkembangannya dapat berbeda dari anak lain pada
umumnya, termasuk anak berkebutuhan khusus. Perkembangan anak
berkebutuhan khusus di dunia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Gangguan
dari lingkungan sosial menimbulkan kepekaan efektif pada mereka, tidak jarang
mengakibatkan timbulnya perasaan negatif pada diri mereka terhadap lingkungan
sostalnya. Anak berkebutuhan khusus juga mengalami kekurangmampuan dalam
berhubungan emosional secara timbal balik dengan orang lain. Penelitian ini
bertujuan untuk perkembangan sosial emosional pada anak berkebutuhan khusus.
Desain penelitian menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
adalah semua guru dari anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Putra
Mandiri Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo tahun ajaran 2018/2019 yang
berjumlah 51 anak. Teknik sampling penelitian im adalah purposive sampling.
Sampel dalam penelitian ini adalah guru kelas dari anak berkebutuhan khusus di
Sekolah Luar Biasa Putra Mandiri Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo tahun
ajaran 2018/2019 yang berjumlah 43 anak. Instrumen penelitian menggunakan
kucsioner perkembangan sosial emosional. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa sebagian besar responden mempunyai perkembangan sosial emosional
cukup yaitu 24 responden (55,8%). Perkembangan sosial emosional cukup terjadi
pada anak tunarungu dan tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Putra Mandin
Kecamatan Tank Kabupaten Sidoarjo. Perkembangan sosial emosional tergolong
cukup karena anak berkebutuhan khusus juga mempunyai kelebihan yang belum
tentu dimiliki oleh orang normal pada umumnya. Anak sudah terbiasa menjalan
peran sosial dan emosionalnya dalam kehidupan scharihari,
namun karena
keterbatasannya, maka tidak semua perkembangan anak dapat dilakukan dengan
baik. |
en_US |