| dc.description.abstract |
Penanganan Human Immunodeficiency Virus (HIV) secara berkelanjutan sangat bergantung pada tingkat kepatuhan Orang Dengan HIV (ODHIV) dalam menjalani terapi Antiretroviral (ARV) guna menekan replikasi virus dan mencegah timbulnya Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Kendati demikian, proses pengobatan jangka panjang dan beban psikososial yang menyertainya kerap memicu tekanan psikologis berupa stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran representatif stres pasien ODHIV dalam kepatuhan minum obat ARV di Layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) UPT Puskesmas Wonorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien ODHIV yang terdaftar aktif dalam pengobatan di UPT Puskesmas Wonorejo sebanyak 27 orang, yang seluruhnya dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data primer dilakukan pada bulan September 2026 mengukur tingkat stres responden menggunakan kuesioner terstruktur HIV Treatment Stress Scale (HTSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori tingkat stres rendah yaitu sebanyak 19 orang (70,4%), diikuti oleh tingkat stres sedang sebanyak 5 orang (18,5%), dan tingkat stres tinggi sebanyak 3 orang (11,1%). Dominasi tingkat stres rendah ini mengindikasikan adanya kemampuan adaptasi koping psikologis yang adaptif serta dukungan pelayanan kesehatan primer dan lingkungan sosial yang efektif pada mayoritas pasien ODHIV. Sebagai simpulan, sebagian besar pasien ODHIV di UPT Puskesmas Wonorejo memiliki representatif stres yang terkelola dengan baik (rendah), meskipun segmen pasien dengan stres sedang dan tinggi tetap memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengintegrasian skrining psikologis dan konseling manajemen stres secara rutin dalam layanan PDP guna memperkuat ketahanan emosional pasien dan mendukung keberlanjutan kepatuhan terapi ARV. |
en_US |