| dc.description.abstract |
Tingginya tuntutan akademis, padatnya beban penugasan, serta persiapan seleksi perguruan tinggi pada siswa kelas 12 SMAN 1 Gedeg berpotensi memicu timbulnya stres akademik. Keyakinan diri (self-efficacy) diduga kuat menjadi salah satu faktor psikologis internal yang menentukan kemampuan siswa dalam mengelola dan mengendalikan tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan stres akademik pada siswa kelas 12 di SMAN 1 Gedeg. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 12 SMAN 1 Gedeg berjumlah 421 siswa, dengan sampel sebanyak 206 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Student-Life Stress Inventory (SSI), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Sebagian besar responden memiliki self-efficacy kategori sedang sebanyak 126 siswa (61,2%) dan mengalami stres akademik kategori sedang sebanyak 128 siswa (62,1%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan tingkat keeratan sedang menuju kuat antara self-efficacy dan stres akademik. Terdapat hubungan berlawanan arah, di mana semakin tinggi tingkat self-efficacy siswa, maka semakin rendah tingkat stres akademik yang dirasakan. Siswa dengan self-efficacy tinggi cenderung memandang beban akademik sebagai tantangan serta menerapkan strategi koping yang adaptif. Oleh karena itu, disarankan bagi pihak sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk menyelenggarakan program pelatihan psikoedukasi dan layanan konseling guna meningkatkan self-efficacy siswa sebagai upaya preventif dalam mereduksi stres akademik. |
en_US |