| dc.description.abstract |
Kepatuhan akseptor dalam penggunaan kontrasepsi suntik merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan program keluarga berencana, karena ketepatan waktu penyuntikan ulang sangat mempengaruhi efektivitas perlindungan terhadap kehamilan yang tidak direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan akseptor KB suntik di wilayah kerja Puskesmas Seget, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh akseptor KB suntik yang tercatat di Puskesmas Seget sebanyak 50 orang, dengan sampel 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari data sekunder laporan pelayanan KB Puskesmas dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor KB suntik berada pada kategori tidak patuh, yaitu sebanyak 21 responden (63,6%), sedangkan yang patuh sebanyak 12 responden (36,4%). Ketidakpatuhan ini menunjukkan bahwa masih banyak akseptor yang belum melakukan kunjungan ulang sesuai jadwal yang ditentukan tenaga kesehatan. Rendahnya kepatuhan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor aktivitas sehari-hari, pekerjaan, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, serta kurangnya sistem pengingat jadwal suntikan.
Disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan akseptor KB suntik di Puskesmas Seget masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, konseling berkelanjutan, serta penerapan sistem pengingat jadwal suntikan guna meningkatkan kepatuhan akseptor dan mendukung keberhasilan program keluarga berencana. |
en_US |