| dc.description.abstract |
Kenaikan berat badan pada masa bayi merupakan indikator utama pertumbuhan fisik dan status gizi anak, di mana salah satu faktor penentunya adalah optimalisasi asupan nutrisi harian melalui frekuensi menyusu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi menyusu dengan kenaikan berat badan bayi usia 0-6 bulan di Polindes Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu menyusui dan bayi aktif yang terdaftar di Polindes Desa Sungi Kulon, dengan sampel sebanyak 33 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Form Recall 24 Jam untuk variabel frekuensi menyusu dan lembar observasi dokumentasi Buku KIA untuk variabel kenaikan berat badan bayi. Analisis data bivariat diselesaikan menggunakan uji statistik Fisher's Exact Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi menyusu kategori Cukup sebanyak 28 orang (84,84%) dan sebagian besar bayi memiliki berat badan kategori Naik/Sesuai KBM sebanyak 28 anak (87,87%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (\(p < 0,05\)), yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara frekuensi menyusu dengan kenaikan berat badan bayi. Secara klinis, tingginya frekuensi menyusu menjamin pemenuhan volume ASI serta transfer hindmilk yang kaya kalori lemak, sehingga bidan desa dan kader Polindes perlu mengoptimalkan konseling laktasi tatap muka guna mengeliminasi risiko gagal tumbuh (growth faltering) pada bayi di komunitas. |
en_US |